Intermezzo: JENIS KELAMIN pada KATA BENDA (?) Juli 1, 2009
Posted by qnoyzone in jayuz (?).Tags: INTERMEZZO, JENIS KELAMIN, KATA BENDA
1 comment so far
[ Dari milis tetangga ] — Membedakan jenis kelamin pada manusia relatif gampang. Pada beberpa jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan pasti lebih sulit.
Namun membedakan jenis kelamin pada benda mati, bukan kebiasaan Indonesia. Karena itu, dibutuhkan alasan yang masuk akal utk menggolongkan apakah suatu benda berkelamin lelaki atau perempuan.
Berikut beberapa contoh benda berkelamin lelaki:
- Plastik freezer berkelamin lelaki karena ia bisa menyimpan apa saja, walaupun isinya selalu dapat dilihat dari luar.
- Ban mobil, karena cepat gundul dan sering mengglembung kebanyakan angin.
- Balon udara termasuk lelaki juga karena utk menggerakkannya, perlu disulut api di pantatnya.
- Akhirnya palu memang karakter lelaki, karena benda itu tak berubah selama 5.000 tahun terakhir.
Selanjutnya, contoh berkelamin perempuan:
- Mesin fotocopy. Utntuk berfungsi perlu dipanaskan beberapa saat.
- Spon pencuci piring. Lembut, mampu menyimpan air dan enak diremas-remas.
- Halaman web. Dipelototi terus-menerus dan sering dipencet.
- Juga remote control. Memberikan lelaki kesenangan. Walau tak jelas benar mana tombol yang harus dipencet, tokh lelaki tak pernah berhenti mencoba.
Inspirasi : Motivasi atau Kebiasaan (?) Juni 29, 2009
Posted by qnoyzone in humanis.Tags: Awie Suwandi, inspirasi, Kebiasaan, motivasi
add a comment
Posted by: mohamad-rian.rahardi@sc.com, Sun Jun 28, 2009 (oleh Dipl.Betr.Psych. Awie Suwandi MCH.)
Motivasi
Berada dalam lingkungan orang orang yang suka belajar dan peduli untuk mengembangkan potensi diri selalu saja memberikan pengalaman yang menarik, karena banyak sekali hal positif yang bisa dipelajari.
Ada seorang teman sejak SMP saya yang bernama Andra, dan Andra ini dari dulu sudah suka sekali dengan hal hal yang berhubungan dengan motivasi, Andra banyak sekali membaca buku buku tentang motivasi dan bahkan Andra sering mengunjungi seminar seminar motivasi.
Pada suatu hari saya terlibat dalam sebuah pembicaraan yang menarik dengan Andra, Andra mengeluh kenapa selama ini susah sekali mempertahankan kondisi termotivasi dalam jangka waktu lama, terutama ketika Andra harus mengerjakan tugas yang membutuhkan konsistensi dan ketekunan dalam jangka waktu yang lama.
Memang benar selama ini buku dan seminar motivasi memberikan Andra semangat yang menggebu gebu pada awalnya, namun kondisi ini hanya bertahan beberapa minggu bahkan kadang hanya beberapa hari saja, dan untuk mengatasi rasa malas & bosan yang mulai muncul, biasanya Andra harus mengikuti lagi seminar motivasi yang berikutnya… dan berikutnya… dan berikutnya…!
Apakah Anda juga memiliki pengalaman yang sama? Mungkin saja saat ini Anda akan berkata dalam hati, itu dia kendala yang juga sering saya hadapi, kenapa ya kok bisa seperti ini? Dan adakah cara untuk mengatasinya?
Kebiasaan (Habits)
Setelah saya renungkan, ternyata kendalanya adalah sebagai berikut. Sama seperti kebanyakan orang, selama ini Andra terlalu fokus kepada motivasi, sehingga mengabaikan faktor yang menurut saya lebih penting, yaitu memunculkan sebuah kebiasaan dalam melakukan sesuatu.
Hal ini bisa dilihat dari banyaknya orang orang yang terlalu bergantung pada motivasi untuk mencapai tujuannya, tanpa mau keluar dari zona nyamannya dan tanpa mau mengubah pola hidup, pola kerja dan kebiasaan kebiasaan lama mereka yang sudah tidak efektif lagi.
Andra memang membutuhkan motivasi untuk membuat Anda lebih mudah memulai sesuatu (take action), tapi kebiasaanlah yang akan membuat anda tetap mengerjakannya meskipun motivasi anda sudah mulai menurun atau hilang sama sekali.
Mungkin beberapa diantara anda akan berpikir “Masa? kok bisa…?”
Saya bisa menjawab anda dengan pertanyaan yang sederhana, coba dipikirkan, apakah anda butuh motivasi ketika anda mau makan? Apakah anda harus diberi motivasi untuk mandi, gosok gigi, berpakaian dan kebiasaan kebiasaan rutin lainya? Tidak usah bukan?
Dan anda tetap melakukannya setiap hari, hari ini… besok… lusa… dan seterusnya… dan seterusnya… bahkan sampai seumur hidup… dan anda melakukannya secara suka rela. Kenapa…? Karena semuanya anda lakukan secara otomatis tanpa dipikirkan lagi, dan itulah kekuatan “Kebiasaan”.
Contoh lain… yang namanya kebiasaan itu sayang sekali bisa juga berupa kebiasaan kebiasaan negatif, seperti merokok, menggigit kuku, makan berlebihan, suka mencuri dll. Dan saya yakin anda pasti setuju bahwa orang orang yang memiliki kebiasaan seperti ini tidak butuh dimotivasi untuk terus melakukannya bukan?
Motivasi itu memang penting dan bisa diibaratkan sebuah perahu yang bisa anda gunakan untuk menyeberangi sungai dengan cepat dan nyaman (meskipun ada cara lain seperti berenang, memanjat pohon dll), dan begitu anda sudah sampai diseberang, yang anda butuhkan bukan perahu lagi, melainkan sebuah jalur (path) atau kebiasaan yang akan membantu anda meneruskan perjalanan panjang anda dengan berhasil, dan anda tidak akan kemana mana jika anda tetap menggunakan dan berada dalam perahu tadi.
Jadi memunculkan kebiasaan baru yang positif dan yang bisa mendukung anda dalam mengerjakan sebuah pekerjaan itu sangat penting. Karena begitu motivasi mulai menurun, kebiasaanlah yang menentukan, karena hanya kebiasaanlah yang akan membuat anda tetap konsisten untuk mengerjakan tugas dan pekerjaan anda.
Action Tips
Berikut ini ada beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk menerapkan ide diatas untuk :
1. Memutuskan untuk mengambil tanggung jawab penuh atas hidup anda, andalah satu satunya orang yang bertanggung jawab atas sukses anda, bukan lingkungan anda, bukan seorang motivator atau siapapun.
2. Lakukan perencanaan yang detil secara rutin untuk menentukan arah dan tujuan hidup anda.
3. Untuk mencapai sebuah sasaran/goal, anda bisa gunakan motivasi untuk mempermudah anda take action, tapi yang lebih penting, selalu tanyakan pada diri anda, untuk mencapai goal tersebut, kebiasaan baru apa yang harus saya munculkan? Dan kebiasaan lama apakah yang harus saya hilangkan? Jadi ubahlah kebiasaan bekerja anda dan bahkan jika perlu, ubahlah kebiasaan hidup anda untuk disesuaikan dengan sasaran atau goal anda.
4. Ketika memunculkan kebiasaan baru, nikmatilah kebiasaan tersebut dengan fokus dan mencari hal hal yang anda sukai dari kebiasaan tersebut.
5. Sesudah anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, tentukan batas waktunya dan lakukan saja tanpa dipikir lagi, Just Do It!!!. Analisa itu hanya anda butuhkan pada saat membuat rencana, ketika masalah muncul dan pada saat evaluasi.
6. Ketika anda mengerjakan sesuatu, berandai andai dan lakukan dengan cara seolah olah kegiatan tersebut adalah sebuah kebiasaan yang sudah lama anda lakukan. Lama kelamaan itu akan membentuk sebuah kebiasaan otomatis dengan cepat.
7. Kebiasaan itu muncul pada level pikiran bawah sadar, jadi anda bisa memprogram dan menanamkan sebuah kebiasaan baru dengan cepat dengan teknik Self Hypnosis SHINE yang saya kembangkan.
OPINI: My American fellows… Juni 26, 2009
Posted by qnoyzone in humanis.Tags: Harley Davidson club, My American fellows, Omie, opini
add a comment
Posted by: hatiku_rumahku@yahoo.com, Fri Jun 26, 2009 — Dua minggu yg lalu saya terima selebaran email dari perkumpulan group Harley Davidson dimana saya salah satu membernya, menjelaskan bahwa rapat anggauta yg dilakukan 2 kali setahun akan dilakukan tgl 24 Juni, yaitu kemarin sore di gedung American Legion.
Saya datang agak lambat krn kesibukan, ketika pintu saya buka, teman2 saya yg semuanya bangsa kulit putih berkaos hitam sebagai dress code utk Harley Davidson langsung menatap kearah saya yg tersipu malu, come on shorty !! you are late !! teriak salah satu member, saya mengambil tempat duduk dibelakang, lalu ledek nya lagi. ” you re too small back there..come on down here so we can see you !!..
Lalu saya pindah kekursi kosong didepan, seraya membalas ledekan nya ” Leave me the hell alone smart butt”
Mereka tertawa, “somebody… .get a bottle of beer for Omie” teriak yg lain nya, lalu salah satu lelaki yg berjenggot lebat memberi saya sebotol bir, rapatpun kembali berlanjut“.
“Saya ingin melaporkan apa yg kita capai selama 6 bulan ini, ” kata Edward yg punya posisi sebagai bendahara…
“Dari hasil penjualan tiket utk acara makan malam setiap hari jum’at di post 31 (maksudnya club American Legion nomor 31), club American Legion ini ini tersebar diseluruh USA dgn nomor2 lokasi nya, kita mengumpulkan dana sebanyak $9000.00, uang tsb disalurkan utk bantuan hospice (yaitu organisasi yg dibentuk utk membantu perawatan orang2 yg akan meninggal dunia krn kondisi nya yg sudah begitu lemah), lalu bantuan utk mendukung shelter dikota kita (yaitu wadah2 yg dibangun utk melindungi wanita2 yg mendapat perlakuan buruk baik dari lingkungan maupun dalam perkara domestik, juga anak2 yg tidak terurus krn suatu alasan). lalu dana terakhir yg kita berikan utk membantu yayasan kanker“.
…Terdengar tepuk tangan riuh rendah disertai expresi wajah penuh kebanggaan dari member, saya diam2 terharu dan tenggorokan saya merasa tersekat.
“ These people are trully American!!!! !, ” kata saya dalam hati, mereka walau tubuhnya penuh tatoo, bertampang beringas dan seram, tetapi hati mereka sangat lembut dan dermawan, solidaritas mereka tinggi luar biasa terhadap bangsa dan negara nya, tidak ada satupun member ini yg mengendarai motor buatan luar seperti Yamaha, Suzuki, Ducati, semua harus made in USA…
And thats okay with me, saya sendiri mengendarai Buell 1200CC, twin angine, Harley sportbike, bahkan saya mengendari motor yg jauh lebih besar lagi, saya ingat pertamakali saya bergabung dgn mereka, mereka menatap saya seperti heran, saya satu2nya wanita asia, tapi itu tidak berlangsung lama, krn sikap saya yg ceplas ceplos dan suka usil membuat persahabatan cepat sekali terbina.
Saya ingat suatu hari dimusim panas, kami membuat pesta disebuah taman besar di Pensylvania, tentu saja open bar dan live music penuh kegembiraan dan kekompak kan, sesama member saling menghormati, jarang sekali sesama member bertengkar atau adu mulut, walau kadang terdengar sesama mereka saling memaki dengan cara bersahabat dan bekelakar, semuanya kompak seperti saudara, saya banyak sekali minum bir waktu itu, dan hrs pulang lebih dini, mereka sangat khawatir dgn kondisi saya, saya pun dilarang membawa motor sendiri.
Salah satu mereka membonceng saya pulang sementara yg satunya menaiki motor saya, kami tiba depan rumah, motor saya didorong masuk garasi, mrk mengantar saya kepintu, lalu mencium saya goodbye…ohh senang sekali punya teman2 yg begitu penuh tanggung jawab dan perhatian.
Sejak itu saya ajak suami utk bergabung dgn club saya, suami saya sudah masuk club lain waktu itu, lalu dia keluar dan bergabung dgn saya, sekarang suami lebih aktif dari saya hehehehe, karena saya ini punya kesibukan yg tiada taranya yaitu bekerja..work work work and work some more.
“Omie, apakah ada perkumpulan Harley Davidson di negri mu?”,tanya Allen Travis kemarin.
“Ya, mereka umum nya polisi atau orang2 yg berduit saja“, sahut saya.
“Apakah harga Harley sulit dijangkau oleh orang2 disana?”, lanjut Allen.
“Ya…ekonomi kelas menengah kebawah disana, adalah msh dalam garis kemiskinan, mereka tidak akan mampu memiliki Harley, mereka umum nya memiliki motor2 Jepang, 125 - 200 CC…saya kira, itu motor2 yg dikendarai oleh semua ponakan2 saya“, saya menjelaskan.
“Apa saja kegiatan Harley’s club disana?”, Allen makin ingin tahu.
“Saya tidak tau, yg saya dengar mereka orang2 kelompok yg congkak sekali“, sahut saya rada miris.
“Apa?”, Allen agak kaget rupanya.
“Mereka selalu menuntut diberi jalan sebagai kelompok org2 penting, pengendara2 lain menyingkir, mereka sombong dan tidak pernah melakukan kegiatan kemanusiaan seperti disini“, Jawab saya agak sinis tentunya.
” Ahhh.. kalau begitu, kita semua harus ke Indonesia dan kick their stinky asses !!!!”, teriak Allen setengah mengejek.
Kami semua tertawa…
“Well, dunia kita sangat beda, disana punya duit sedikit orang menjadi sombong, disini punya duit lebih banyak buru2 disumbangkan utk kemanusiaan karena takut kena pajak hahahahahahaaaa“, sambut Allen dengan tawanya yang lepas.
Saya mencatat acara2 yg akan diselenggarakan club utk convoy bersama utk bulan depan hingga September, krn setelah September biasanya kami tak bisa lagi mengendarai motor karena udara akan berubah dingin sekali.
“September saya gak bisa aktif “, kata saya.
” Aduh itu bulan terakhir kita bersama sama sayang “, kata Allen.
” Well, saya akan mudik ke Indonesia, dulu saya naik motor seminggu sebelum saya ke Indonesia, lalu saya nabrak trotoar hingga seluruh badan dan wajah saya biru2 bengkak, dlm perjalanan ke Indonesia dari airport hingga didalam pesawat semua mata menatap saya dengan mimik cemas krn rupa saya yg seperti habis digebugin tentara jepang sekompi, lalu sampe di Bandara Indonesia pun yg jemput saya pada nangis karena mereka pikir saya habis dirampok atau disakiti terorist dipesawat hahahahaha“, jelas saya sambil tertawa lepas meratapi nasib.
Kami tertawa lagi…ya… my life story, cerita hidup saya yg gak pernah mulus, ancur2an terus!
salam, omie
Artikel: Tiga Hari Penuh Badai, JK! Juni 22, 2009
Posted by qnoyzone in humanis, politikitikin.Tags: artikel, JK, majalah tempo, meulaboh, nabire, Tiga Hari Penuh Badai, tsunami aceh
add a comment
Majalah Tempo, Edisi Khusus Akhir Tahun, 26 Desember 2005, halaman 32 — Inilah kisah di pusat kekuasaan selama tiga hari pertama setelah tsunami. Mengenang setahun tragedi itu, beberapa sumber termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri Komunikasi dan Informasi Sofjan Djalil menuturkan kenang-kenangan mereka kepada Tempo.
****
Baru duduk di jok mobilnya, telepon seluler Jusuf Kalla berdering-dering. Staf pribadinya melaporkan: “Pak, di Aceh ada tsunami. Dahsyat sekali.”
Pagi itu, 26 Desember 2004, Kalla hendak menghadiri halal bihalal warga Aceh di Senayan, Jakarta. Kalla lalu mengirim pesan pendek ke telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang pagi itu berada nun jauh di Nabire, Papua. Presiden menemui korban gempa yang melumat Nabire sehari sebelumnya.
Presiden membalas: “Saya sudah dengar. Tolong koordinasikan.” Kalla lalu menelepon Azwar Abubakar, Wakil Gubernur Provinsi Aceh. Gubernur Abdullah Puteh saat itu telah ditahan di penjara Salemba karena dugaan kasus korupsi.
Kalla juga mengontak Kapten Didit Soerjadi, pilot pesawat pribadinya. Didit sedang beristirahat. “Kau segera mandi dan berangkat ke Aceh,” perintah Kalla. Semuanya serba buru-buru. Perintah terus mengalir saat Didit mandi. “Lucu juga, saya mandi sambil terima telepon Pak Wapres,” kenang sang pilot. Wapres menggegas semua stafnya menelepon semua pejabat di Aceh. Sial, tak satu pun menyahut. Kalla mulai cemas.
Di Aceh, dunia berhenti pagi itu. Bumi berguncang dengan kekuatan 8,6 pada skala Richter, air laut tumpah ke daratan. Beberapa keluarga sempat mengabarkan soal air bah kepada kerabat di Jakarta. Cuma sebentar. Lalu telepon putus total.
Halal bihalal warga Aceh di Senayan dibuka pada pukul sembilan lebih, berlangsung dalam suasana tegang sekali. Berita tsunami sudah menyebar. Banyak yang sibuk menelepon. Beberapa orang berlinang air mata. Ada yang histeris, gusar kian-kemari. Kalla berpidato sekenanya. Hampir tak ada yang mendengar. “Orang-orang ingin acara itu cepat kelar,” tutur Kalla kepada Tempo. Turun panggung, Kalla menggelar rapat mendadak di situ.
Dia memerintahkan Sofjan Djalil memimpin rombongan pertama ke Aceh. “Pakai pesawat saya saja,” kata Wapres. Anggota rombongan 30 orang, antara lain Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Azhari, Azwar Abubakar, dan beberapa tetua Aceh. Kalla membekali Sofyan uang Rp 200 juta dan sebuah telepon satelit. “Begitu kau tiba di Aceh, langsung telepon saya,” perintahnya. Mereka menjadi rombongan pertama pemerintah yang terbang ke Aceh di hari pertama tsunami.
Pesawat berputar dua kali di langit Banda Aceh. “Dari udara Aceh terlihat hancur total,” tutur Kapten Didit. Menara bandara retak. Tak satu pun petugas di menara. Untung, pesawat mulus mendarat, sekitar pukul enam sore.
Anggota rombongan membeli beras dan mi instan di beberapa toko dekat bandara, lalu beranjak ke pendapa kantor gubernur sekitar pukul tujuh malam. Jalanan sunyi senyap. Gelap gulita. Satu-satunya penerangan cuma lampu mobil. Sungguh mengerikan. Mayat bergelimpangan di jalan, di kolong rumah, tersangkut di dahan pohon. Beberapa ekor anjing berlari ke sana kemari. Anggota rombongan mulai menangis sesenggukan.
Malam itu ratusan orang menumpuk di pendapa kantor gubernur. Banyak yang luka parah. Puluhan mayat dijejerkan di latar depan pendapa. Aceh lumpuh total. Koordinasi tak jalan karena aparat pemerintah pusing mencari sanak keluarga. Kepala Polres Banda Aceh hanyut ditelan tsunami.
Azwar Abubakar, Wakil Gubernur Aceh, bisa memimpin. Namun, dia sedang galau. Rumahnya di Blang Padang hancur. Ia tak tahu nasib anak-anaknya. Wakil Gubernur ini pulang ke rumahnya ditemani Sofjan Djalil, Jusuf Azhari dikawal dua tentara. Mobil melaju dalam gelap, menghindari mayat-mayat yang direbahkan di kiri-kanan jalan. Mobil berhenti kira-kira 50 meter dari rumah Azwar sebab sampah menggunung menutup jalan.
Wakil Gubernur turun ditemani seorang tentara. Dipandu nyala senter, mereka mengendap-endap. Sofjan menunggu dengan cemas. Setengah jam berlalu, Azwar pulang. “Di rumah banyak mayat, tapi anak-anakku tak kelihatan,” katanya penuh kecemasan. Mereka lalu balik ke pendapa.
Berkali-kali Sofjan menelepon Jusuf Kalla di Jakarta. Tak bersahut. Di Jakarta, Wapres menggelar sidang kabinet darurat di rumah dinas Jalan Diponegoro pada pukul 21.30 WIB. Sembilan menteri dan Panglima TNI hadir. Sembari rapat, Kalla berkali-kali pula mengontak Sofjan. Tak bersambung juga. “Sofjan itu bawa telepon satelit kok tidak sambung-sambung,” kata Kalla.
Di Aceh, Sofjan memutuskan mengirim kabar lewat Orari Angkatan Udara di Aceh. Orari Jakarta meneruskan pesan itu ke telepon seluler Jusuf Kalla. Ini laporan pertama Sofjan dari wilayah bencana: ”Pak, korban sekitar 5.000 hingga 6.000.” “Astagfirullah, astagfirullah,” kata Kalla berkali-kali sembari mengusap wajah. Sejumlah menteri tertunduk. Hening menyapu ruang rapat.
Kalla melanjutkan pesan ke Presiden Yudhoyono yang malam itu sudah tiba di Jayapura. Presiden menyampaikan belasungkawa kepada korban bencana. Besoknya, Presiden terbang menuju Aceh.
Pukul sepuluh malam, telepon satelit Sofjan sukses menembus Jakarta. “Eh, ini Sofjan,” ujar Kalla kegirangan. “Apa yang terjadi? Kenapa kau tak telepon-telepon?” tanya Kalla dengan suara keras. “Saya stres, Pak. Di sini gelap sekali,” sahut Sofjan dari seberang. “Besok aku susul ke sana,” ujar Kalla. Percakapan ditutup.
Malam itu Kalla mematangkan persiapan ke Aceh. “Saya minta Anda menyediakan dana sepuluh miliar uang kontan,” perintah Kalla kepada Menteri Keuangan Jusuf Anwar. Jusuf tertegun. “Pak, kalau segitu tak ada,” jawabnya. “Saya tidak mau tahu. Itu urusanmu,” kata Kalla. Rapat bubar larut malam.
Di larut malam itu, pendapa kantor gubernur di Banda Aceh masih gaduh. Warga yang luka parah dirawat seadanya. Koordinasi sulit karena aparat sibuk mencari keluarga masing-masing. Kepala Polda Aceh Bahrumsyah datang ke pendapa dengan terengah-engah. Wajahnya letih.
Si Kapolda cuma mengenakan pakaian dinas tanpa alas kaki alias nyeker. Orang hilir-mudik di pendapa membikin Sofjan bingung menjaga uang Rp 200 juta yang dia bawa dari Jakarta. Ia meminta seorang anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera menjaga uang itu. “Orangnya berjenggot. Uang pasti aman,” ujar Sofjan.
Sang Menteri lalu merebahkan badan di atas karpet. Belum lagi mata terpejam, terdengar pekikan, “Gempa! Gempa!” Orang-orang berlari. Sofjan ikut kabur. Setelah bergoyang beberapa menit, bumi kembali tenang. Warga kembali ke pendapa. Tak berapa lama, teriakan gempa terdengar lagi. Semua berhamburan, termasuk Pak Menteri.
Malam itu gempa datang berkali-kali. Lama-lama, Sofjan putus urat takutnya. Saat orang-orang kabur, ia terlelap. “Sudah jam dua pagi, masak lari-lari terus. Saya lelah sekali,” kenangnya. Besoknya, orang ramai menggunjingkan kehebatan nyali Pak Menteri.
****
Hari kedua, 27 Desember. Entah bagaimana caranya, Menteri Keuangan berhasil menyediakan uang kontan pagi itu. Jumlah Rp 6 miliar. Menjelang siang, Kalla terbang ke Aceh membawa serta uang satu peti.
Petang hari, Presiden Yudhoyono mendarat di Lhokseumawe. Wajahnya sedih. “Tadi pagi saya meninjau Nabire. Sore ini saya di Lhokseumawe menemui saudara-saudara yang tertimpa musibah lebih besar lagi,” katanya.
Setibanya di Banda Aceh, Kalla memerintahkan stafnya memborong beras, mi instan, dan aneka makanan lain. Karena berasnya kurang, Kalla bertanya, “Eh, berasnya sedikit sekali. Mana beras dari Dolog?”
Seseorang menjawab, pintu Dolog digembok. Si pemegang kunci tak diketahui rimbanya. Wakil Presiden menyergah dalam nada tinggi “Buka! Kalau tak bisa, tembak gerendelnya. Apa perlu tanda tangan Wapres untuk buka pintu Dolog?” Suasana tegang. Beberapa polisi bergegas membidik gembok. Beras pun mengalir.
Rombongan Kalla berlalu ke pendapa kantor gubernur. Di Lambaro, mereka menyaksikan ratusan mayat berjejer di depan toko. “Masya Allah,” ucap Kalla. Badannya lemas. Di pendapa ia menggelar rapat, lalu keliling kota bersama Mar’ie Muhammad, Ketua Palang Merah Indonesia, yang datang sehari sebelumnya. Kota itu lautan mayat.
Mayat-mayat harus segera dikubur karena bau busuk menikam hidung. Untung, ada seorang ustad. Kalla minta ustad itu mendoakan tumpukan jenazah sebelum dikuburkan. Tapi siapa yang menjamin sahnya pemakaman? “Saya jamin,” kata Kalla. Ia mencorat-coret di atas kertas, lalu membubuhkan parafnya. “Tolong keluarkan ayat yang pantas-pantas saja,” pintanya kepada ustad.
Sore hari Kalla terbang dengan helikopter ke Lhok Nga untuk menjatuhkan mi instan dari udara. Helikopter itu tak punya sabuk pengaman. Setiap pesawat memutar, tubuh Kalla serong ke kiri, serong ke kanan. Rombongan Kalla terbang ke Medan pukul tujuh malam.
Sofjan Djalil yang sudah dua hari di Banda Aceh minta ikut pulang. “Baru dua hari sudah minta pulang. Kau tetap di sini,” jawab Kalla. Malam itu Sofjan pusing tujuh keliling menjaga uang satu peti yang dibawa Kalla. Takut uang itu dicolong, Menteri Sofjan dan kawan-kawannya tidur mengitari peti itu.
****
Hari ketiga, 28 Desember. Presiden Yuhdoyono terbang dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh. Kalla yang sudah berada di Medan mendapat kabar Meulaboh rata tanah. Ia memerintahkan stafnya mencari pesawat ke Meulaboh. Dapat pesawat Angkatan Udara. Dari udara, Meulaboh tampak seperti tanah gusuran. “Astagfirullah,” ucap Kalla berkali-kali.
Kalla meminta pilot terbang lebih rendah. Pilot mengangguk. Kalla minta lebih rendah lagi. Kali ini pilot bilang, “Tak bisa, Pak. Bahaya.” “Kau ini orang mana?” tanya Kalla. “Saya orang Makassar, Pak,” jawab si pilot. “Ah, orang Makassar kok penakut,” sergah Kalla. Pilot mengalah, pesawat melayang cuma beberapa meter di atas pucuk kelapa. Untung saja arahnya ke laut.
Setelah berkali-kali memutar di atas Meulaboh, pesawat kembali ke Medan. Kalla langsung rapat dengan Gubernur Sumatera Utara Rizal Nurdin—kini sudah almarhum. Dia memerintahkan Gubernur mengirim makanan ke Meulaboh. Keduanya sempat bersoal-jawab.
+ “Bagaimana caranya, Pak?” tanya Gubernur.
- “Lewat udara, buang dari pesawat,” jawab Kalla.
+ “Kalau dibuang nanti pecah, Pak.”
- “Tidak apa-apa, toh sampai di perut pecah juga.”
+ “Ya, tapi nanti basah Pak.”
- “Bungkus saja pakai plastik.”
+ “Pak, nanti jatuh ke GAM,” Gubernur berusaha menjelaskan.
- “ Tidak apa-apa. GAM juga manusia. Perlu makan,” nada Kalla mulai meninggi.
Beberapa orang membisiki Gubernur supaya jangan membantah.
+ “Jadi, bagaimana, bisa atau tidak?” tanya Kalla.
- “Siap, Pak,” jawab Gubernur.
Pesawat pemasok makanan melayang ke Meulaboh. Presiden dan Wakil Presiden kembali ke Jakarta pada hari ketiga.
Lalu, bantuan kemanusiaan mulai mengalir dari segenap penjuru dunia…
Intermezzo: Maut misterious di ruang ICU Juni 18, 2009
Posted by qnoyzone in jayuz (?).Tags: INTERMEZZO, Maut misterious, ruang ICU
1 comment so far
[ dari milis tetangga ] ALKISAH… Ada kejadian aneh di Unit Perawatan Intensif (ICU) sebuah rumah sakit terkenal, dimana para pasien selalu meninggal di tempat tidur yang sama pada kamar yang sama dan selalu pada Jumat pagi tanpa peduli umur, kelamin, kondisi kesehatan mereka ataupun latar belakang kesehatan.
Hal ini sangat membingungkan para dokter dan beberapa bahkan berpikir, apakah hal ini ada hubungannya dengan supranatural? Mengapa selalu pada hari Jumat dan pada tempat tidur yang sama?
Lalu para dokter memutuskan untuk menuntaskan kasus ini dan menyelidiki penyebab dari beberapa kejadian ini…
Begitu tiba hari Jumatnya, semua orang dirumah sakit tersebut dengan tegang menunggu akankah kejadian buruk itu terulang kembali. Terbaringlah pasien baru rumah sakit itu disana…..
Beberapa dokter termasuk seorang ahli internis dan kardiologi yang memang sengaja diundang sudah memegang kitab suci sesuai agama msing-masing. Bahkan ada yang memegang benda-benda suci lainnya untuk menangkal iblis…
Sementara sang pasien masih terbaring disana. Seiring waktu berputar…. Jam 07:00, …. 07:30…. Tepat sebelum waktu keramat itu tiba.. Pintu kamar tersebut terbuka…
Kemudian masuklah Tukimin…. Part timer cleaning service untuk hari Jumat… Ia langsung mencabut kabel alat untuk bantuan pernafasan dari stop-kontaknya. Lalu menggantinya dengan kabel untuk vacuum cleanernya … dan mulai membersihkan ruangan …